love ~ love ~ love ~love

love ~ love ~ love ~love

Selasa, 13 April 2010

SIKAP MANUSIA

a. Definisi sikap

Sikap merupakan organisasi pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatif ajeg, yang disertai adanya perasaan tertentu, dan memberikan dasar pada orang tersebut untuk membuat respon atau berperilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya (Bimo Walgito, 2001 cit Sunaryo, 2004)

Sikap adalah merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek tertentu, yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi yang bersangkutan.

(Notoatmodjo, 2005)।


b. Komponen sikap

Sikap mempunyai 3 komponen pokok yaitu :

1). Kepercayaan (keyakinan), ide, dan konsep terhadap suatu objek.

2). Kehidupan emosional atau evaluasi emosional terhadap suatu objek

3). Kecenderungan untuk bertindak (trend to behavior)

Ketiga komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude). Dalam penentuan sikap yang utuh ini, pengetahuan, berpikir, keyakinan dan emosi memegang peranan penting (Notoatmodjo, 2003)।


c. Tingkatan sikap

1). Menerima (receiving), diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberiakan (objek).

2). Merespons (responding), maksudnya memberikan jawaban apabila ditanya, menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. Karena dengan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan atau mengerjakan tugas yang diberikan, lepas pekerjaan itu benar atau salah berarti orang menerima ide tersebut.

3). Menghargai (valuing), artinya mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah adalah suatu indikasi sikap tingkat tiga.

4). Bertanggung jawab (responsible), bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko adalah merupakan sikap tingkat tinggi (Notoatmodjo, 2003)।


d. Pembentukan dan perubahan sikap

1). Adopsi, suatu cara pembentukan dan perubahan sikap melalui kejadian yang terjadi berulang dan terus-menerus sehingga lama kelaman secara bertahap hal tersebut akan diserap oleh individu dan akan mempengaruhi pembentukan serta perubahan.

2). Diferensiasi, suatu cara pembentukan dan perubahan sikap karena sudah dimilikinya pengetahuan, pengalaman, inteligensi, dan bertambahnya umur. Oleh karena itu, hal-hal yang tadinya dianggap sejenis sekarang dipandang tersendiri dan lepas dari jenisnya.

3). Integrasi, suatu cara pembentukan dan perubahan sikap yang terjadi secara tahap demi tahap diawali dari macam-macam pengetahuan dan pengalaman yang berhubungan dengan objek sikap tertentu.

4). Trauma, segala sesuatu pembentukan dan perubahan sikap melalui suatu kejadian secara tiba-tiba dan mengejutkan sehingga meninggalkan kesan mendalam dalam diri individu tersebut.

5). Generalisasi, suatu cara pembentukan dan perubahan sikap kerena pengalaman traumatik pada diri individu terhadap hal tertentu, dapat menimbulkan sikap negatif terhadap semua hal yang disetujui atau sebaliknya (Sunaryo, 2004)।


e. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap

1) Pengalaman pribadi, apa yang telah dan sedang dialami seseorang akan ikut membantu dan mempengaruhi penghayatan terhadap stimulus sosial.

2) Kebudayaan, seseorang hidup dan dibesarkan dari suatu kebudayaan dengan demikian kebudayaan yang diikutinya mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap orang tersebut.

3) Pengaruh orang lain yang dianggap penting, pada umumnya individu cenderung untuk memiliki sikap yang konfirmasi atau searah dengan orang lain yang dianggap penting.

4) Lembaga pendidikan dan lembaga agama, kedua lembaga ini meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam individu sehingga kedua lembaga ini merupakan suatu sistem yang mempunyai pengaruh dalam pembentukan sikap

5) Pendidikan kesehatan, membawa pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang, sehingga terbentuklah arah sikap yang tertentu. Media pendidikan kesehatan terdiri dari media cetak, media elektronik dan media papan.

6) Faktor emosional, suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego (Azwar, 2007))।


f. Pengukuran sikap

Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung ada 2 jenis pengukuran yaitu:

1). Langsung berstruktur maksudnya mengukur sikap dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun sedemikian rupa dalam suatu alat yang telah ditentukan dan langsung diberikan kepada subjek yang diteliti.

2). Langsung tak berstruktur, merupakan pengukuran sikap yang sederhana dan tidak diperlukan persiapan yang cukup mendalam.

Yang kedua adalah secara tidak langsung yaitu cara pengukuran sikap dengan menggunakan tes (Sunaryo, 2004).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar