love ~ love ~ love ~love

love ~ love ~ love ~love

Jumat, 16 April 2010

PENYULUHAN

a. Pengertian Penyuluhan

Semua petugas kesehatan telah mengakui bahwa pendidikan kesehatan itu penting untuk menunjang program-program kesehatan yang lain (Notoatmodjo, 2003). Penyuluhan kesehatan masyarakat di dalam bahasa inggris disebut Education for Health. Sedangkan di Indonesia disebut dengan komunikasi, informasi, dan eduksi (KIE). Pendidikan kesehatan atau penyuluhan kesehatan adalah semua kegiatan untuk memberikan dan atau meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktek masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri (Notoatmodjo, 2003).

Penyuluhan kesehatan dapat dilakukan di sekolah-sekolah dan juga di lapangan. Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menebarkan pesan, menanamkan keyakinan sehingga masyarakat tidak hanya tahu, sadar, dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan (Azwar 1983, dikutip oleh Machfoedz, 2003).

b. Pengertian penyuluhan kesehatan gigi dan mulut

Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk merubah perilaku seseorang, sekelompok orang atau masyarakat sehingga mempunyai kemampuan dan kebiasaan untuk berperilaku hidup sehat di bidang kesehatan gigi dan mulut (Depkes, 1995).

Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut adalah bukan hanya sekedar memberitahukan kepada orang-orang bagaimana caranya untuk mempertinggi kesehatan yang akan dicapai tetapi seharusnya menciptakan suasana atau keadaan di mana mereka mendapat kesempatan untuk belajar dengan orang lain dan untuk mereka sendiri sehingga mereka dapat merubah cara hidupnya yang kurang baik untuk kesehatan pribadinya dan untuk masyarakat dengan cara hidup sehat (Depkes RI, 2000).

c. Tujuan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut

Tujuan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut adalah mengubah perilaku masyarakat ke arah perilaku sehat sehingga tercapai derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Adapun tujuan dari penyuluhan kesehatan gigi dan mulut adalah :

1) Meningkatkan pengetahuan kesehatan sasaran di bidang kesehatan gigi dan mulut

2) Membangkitkan kemauan dan membimbing masyarakat dan individu untuk meningkatkan dan melestarikan kebiasaan pelihara diri di dalam bidang kesehatan gigi dan mulut.

3) Mampu memelihara kesehatan gigi dan mulut baik sendiri maupun kesehatan keluarga.

4) Mampu menjalankan upaya mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut serta menjelaskan kepada keluarganya tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut.

5) Mampu mengenal adanya kelainan dalam mulut sedini mungkin kemudian mencari sarana pengobatan yang tepat dan benar (Depkes RI, 1995).

6) Mengenalkan kepada masyarakat tentang kesehatan gigi dan mulut dan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

7) Menjelaskan akibat-akibat yang ditimbulkan dari kelalaian menjaga kesehatan gigi dan mulut

8) Menanamkan perilaku sehat sejak dini melalui kunjungan ke sekolah

d. Komponen penyuluhan

Berhasil atau tidaknya penyuluhan ditentukan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang dimaksud adalah kondisi dari interaksi antara komponen-komponen penyuluhan. Komponen tersebut adalah : penyuluh, sasaran, pesan, dan media (Depkes RI, 1996).

1) Penyuluh

Penyuluh adalah pihak yang memberikan informasi terhadap sasaran. Penyuluh dapat terdiri dari seseorang, beberapa orang maupun lembaga. Menyuluh tentang kesehatan membutuhkan komunikasi yang baik, juga membutuhkan kompetensi educational tambahan sehingga seorang penyuluh kesehatan dapat bekerja dengan setting yang berbeda dan menggunakan strategi-strategi yang tepat untuk tujuan educational (Simnett, 1994).

2) Sasaran

Sasaran adalah pihak yang menerima informasi dari pihak penyuluh. Dalam penyuluhan kesehatan gigi dan mulut perlu diperhatikan tingkat kemampuan masing-masing sasaran sesuai dengan kriteria sasaran yang dikehendaki. Sehingga agar tujuan dari penyuluhan kesehatan di Sekolah Dasar berhasil, maka penyuluhan kesehatan gigi dan mulut memerlukan strategi tertentu pada anak-anak Sekolah Dasar.

3) Pesan

Pesan adalah informasi atau materi yang disampaikan oleh penyuluh kepada sasaran. Pesan dapat berbentuk lisan maupun tulisan. Pesan penyuluhan terdiri atas isi penyuluhan dan lambang. Isi pesan penyuluhn bisa satu tetapi lambang yang dipergunakan untuk menyampaikan penyuluhan bermacam-macam seperti gambar, warna, bahasa, dan sebagainya. Lambang yang paling banyak dipergunakan dalam penyuluhan adalah bahasa karena bahasa dapat mengungkapkan pikiran, perasan fakta dan opini, hal-hal yang konkret dan abstrak, karena itu dalam penyuluhan, bahasa memegang peranan yang penting.

4) Media

Media merupakan alat Bantu pendidikan yang digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat oleh sasaran (Notoatmodjo, 2003). Disebut media pendidikan karena alat-alat tersebut merupakan alat saluran untuk menyampaikan karena alat-alat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat ataupun klien (Machfoedz, 2005).

Berdasarkan fungsinya sebagai penyalur pesan-pesan kesehatan, media dibagi menjadi tiga yaitu :

a) Media cetak

1. Booklet ialah suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dan berbentuk buku, baik tulisan maupun gambar.

2. Leaflet ialah bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan melalui lembaran yang dlipat. Isi informasi dapat dalam bentuk kalimat maupun gambar atau kombinasi

3. Flyer atau selebaran ialah seperti leaflet tetapi tidak dalam bentuk lipatan.

4. Flipchart (Lembar balik) ialah media penyampaian pesan atau informasi-informasi kesehatan dalam bentuk lembar balik. Biasanya dalam bentuk buku, dimana tiap lembar (halaman) berisi gambaran peragaan dan dibaliknya berisi kalimat sebagai informasi yang berhubungan dengan gambar tersebut.

5. Rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah mengenai bahasan suatu masalah kesehatan atau hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan.

6. Poster ialah bentuk media ceak berisi pesan-pesan atau informasi kesehatan yang biasanya ditempel di tembok-tembok, di tempat-tempat umum atau di kendaraan umum

7. Foto yang mengungkapkan informasi-informasi kesehatan.

b) Media elektronik

1. Televisi. Penyampaian pesan atau informasi –informasi kesehatan melalui media televisi dapat dalam bentuk : sandiwara, sinetron, forum diskusi atau hanya tanya jawab seputar masalah kesehatan. Pidato atau ceramah, sport, quiz ,atau cerdas cermat dan sebagainya.

2. Radio. Penyampaian informasi kesehatan melalui radio juga dapat berbentuk macam-macam antara lain : obrolan (tanya jawab), sandiwara radio, ceramah, dan sebagainya.

3. Video. Penyampaian informasi kesehatan juga dapat melalui video yang di dalamnya berisi pesan-pesan kesehatan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

4. Slide juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan.

c) Media papan

Papan atau billboard yang dipasang di tempat-tempat umum dapat dipakai dan diisi pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan. Media papan di sini juga mencakup pesan-pesan yang ditulis pada lembaran seng yang ditempel pada kendaraan-kendaraan umum.

e. Metode Penyuluhan

Metode atau cara penyuluhan tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Tujuan bisa dikelompokkan menjadi tiga bidang, yaitu : pengertian atau pengetahuan, sikap dan keyrampilan atau tindakan. Jadi metode tergantung dari bidang apa yang ingin dicapai. Apakah bidang pengertian atau pengetahian, sikap dan ketrampilan atau tindakan (Machfoedz, 2005).

1 ) Ceramah

Ceramah asalah satu cara memberikan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut di mana menjelaskan sesuatu dengan lisan disertai dengan Tanya jawab dengan dibantu beberapa alat peraga yang dianggap perlu. Selain ceramah metode yang digunakan juga bisa dengan diskusi. Kedua metode ini dapat digunakan jika tujuan yang ingin dicapai adalah bidang pengertian atau pengetahuan. (Machfoedz, 2005).

2) Simulasi

Merupakan metode penyuluhan yang dalam pelaksanaannya penyuluh dapat melakukan suatu kegiatan belajar mengajar yang berorientasi pada penghayatan ketrampilan dan praktek dalam situasi sebenarnya, sesuai dengan tujuan belajarnya. Metode ini dapat digunakan bila tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengembangkan sikap positif sehingga sasaran perlu menyaksikan kejadian tersebut. Contoh : menciptakan sikap simpati kepada korban bencana alam perlu sasaran penyuluhan melihat kejadian atau korban bencana alam secara langsung ataupun melalui film, slides, atau foto-foto biasa. (Machfoedz, 2005).

3) Demonstrasi

Suatu cara penyampaian penyuluhan atau penyajian informasi , pengertian dan ide yang dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan secara langsung objek atau bagaimana cara menjalankan suatu prosedur atau proses yaitu dengan melibatkan peserta di dalamnya, sasaran harus diberi kesempatan untuk mencoba sendiri. Pada metode ini proses penerimaan sasaran terhadap materi penyuluhan akan lebih berkesan secara mendalam sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan sempurna. Metode ini dapat digunakan bila tujuan yang ingin dicapai adalah pada tahap perkembangan ketrampilan. (Machfoedz, 2005).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar